Selasa, 11 Februari 2014

mustoko masjid atau mushola


mustoko ini terbuat dari tanah; kalau kita mau mengingat sejarah yang sudah ada mari kita singkap kembali yaitu; sejarah para wali kenapa mustoko itu terbuat dari tanah . karena tanah itu termasuk salah satu unsur yang ada di dalam diri manusia yaitu: 1. air .2 angin. 3 tanah. 4. api.

untuk membuat mustoko ini di perlukan empat elemen di atas melalui beberapa proses tahapan:
1.tanah liat di campur dengan air lewat perendaman selama sehari semalam sehingga tanah tersebut benar benar bercampur dengan air sehingga menghasilkan bubur tanah yang lembut lalu di lakukan penyaringan dan pengendapan.

2. pemindahan endapan tersebut agar supaya tanah menjadi kenyal dan ini membutuhkan penyesuian dengan feling. selama proses itu tidak boleh terkena sinar matahari langsung, selama kurang lebih dua hari setelah itu diuli sampai rata sehingga mendapatkan struktur tanah liat yang berkualitas. kemudian dilakukan pembentukan awal mustoko dengan teknik putar, teknik pilin halus dan teknik pijit sehingga menghasilkan bentuk secara global, beberapa hari kemudian barulah dibuat ornamen. didalam membuat ornamen dibutuhkan alat tatah ukir, butsir dan beberapa alat bantu lainnya. setelah terbentuk mustoko secara penuh barulah dilakukan pengeringan. adapun teknik pengeringanya melalui aring-aring(pelan-pelan dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung), proses pengeringan dibutuhkan beberapa waktu sampai benar-benar kering.

4. mustoko yang sudah kering kemudian dibakar dengan menggunakan tungku. tungku tersebut menggunakan bahan bakar kayu dengan temperatur panas 950'C selama sehari semalam.
disitulah empat elemen yang dimaksud para wali.

itulah proses pembuatan mustoko yang terdiri dari empat elemen. sehingga menghasilkan sebuah karya yang benar benar bisa di nikmati dengan aura dan filosofinya apa lagi ditunjang dengan tiga sambungan (knockdown)dengan filosofi .islam,iman, ikhsan. karena bahan bakunya dari tanah semua jadi nertal terutama terhadap sambaran petir. begitulah sedikit sejarah yang bisa saya sampaikan. dan kami hanya bisa berdoa semoga allah meridhloi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar